Pemantauan sumber daya kawasan di wilayah wisata Papua Barat merupakan kegiatan strategis yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan potensi alam dan upaya pelestarian ekosistem laut maupun darat. Program ini menjadi bagian penting dari tata kelola kawasan konservasi, di mana masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan lembaga konservasi bekerja sama untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama pariwisata Papua Barat.
Kegiatan pemantauan meliputi observasi rutin terhadap terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan populasi biota laut seperti ikan karang, penyu, dan mamalia laut. Selain itu, pemantauan juga mencakup penggunaan sumber daya oleh masyarakat melalui sistem Resource Use Monitoring (RUM) yang menilai sejauh mana aktivitas perikanan, wisata bahari, dan transportasi laut berdampak terhadap ekosistem.
Kegiatan pemantauan meliputi observasi rutin terhadap terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan populasi biota laut seperti ikan karang, penyu, dan mamalia laut. Selain itu, pemantauan juga mencakup penggunaan sumber daya oleh masyarakat melalui sistem Resource Use Monitoring (RUM) yang menilai sejauh mana aktivitas perikanan, wisata bahari, dan transportasi laut berdampak terhadap ekosistem.
Data hasil pemantauan digunakan untuk menilai kesehatan ekosistem, menentukan zona konservasi, serta mendukung kebijakan pengelolaan berbasis sains (science-based management). Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat lokal dilibatkan secara aktif, baik dalam pengumpulan data lapangan, patroli pengawasan, maupun penyusunan rencana pengelolaan kawasan.
Dengan adanya sistem pemantauan yang terstruktur, Papua Barat berkomitmen menjaga kelestarian sumber daya alamnya agar tetap menjadi destinasi wisata yang alami, lestari, dan berdaya saing global. Program ini juga mendukung misi Indonesia dalam pengelolaan Blue Economy yang mengedepankan keseimbangan antara manfaat ekonomi dan konservasi lingkungan.